Kamis, 14 April 2016

PERILAKU MENYIMPANG DAN PENGENDALIAN SOSIAL

PERILAKU MENYIMPANG(PM)

A.    Pengertian
1.      Soerjono Soekanto
PM : penyimpangan terhadap kaidah-kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat
2.      John J Macionis
PM : pelanggaran terhadap norma masyarakat
3.      James Vander Zaden
PM : perilaku yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
4.      Robert M.Z Lawang
PM : semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system social dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang.
5.      Craig Calhoun, Donald Light, & Suzanne Keller
PM : setiap tindakan yang dianggap menyimpang dari nilai moral dan norma budaya yang diakui oleh sebuah kelompok masyarakat.
6.      Paul B Horton & Chester L Hant
PM : setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
7.      Bruce C Cohen
PM : setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

B.     Teori Penyimpangan
1.      Teori Biologis
a.       Tokoh : Caesare Lombroso ,William Sheldon
b.      Teorinya
PM pada umumnya terjadi pada orang yang berotot dan memiliki tubuh atletis (mesomorph)
Kesimpulannya :………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………….

2.      Teori Labeling
a.       Howard S. Becker
PM dikarenakan orang lain memaknai dan manamai tindakannya sebagai penyimpangan.
b.      Erving Goffman &  Harold Garfinkel
PM terjadi karena stigma.yaitu penanaman yang sangat negative dan mampu mengubah secara radikal konsep diri dan identitas social seseorang, sehingga merasa disisihkan secara sosial.
c.       Edwin M Lemert
PM terjadi karena proses labeling berupa julukan, cap, etiket, dan merk yang ditujukan oleh masyarakat atau lingkungan sosialnya.
Kesimpulannya :…………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3.      Teori Sosialisasi
a.       Albert Bandura &Richart H Walters
Orang melakukan penyimpangan dengan mengamati dan meniru orang lain yang memiliki PM, terutama orang yang dekat dengannya.
b.      Deborah M Capaldi & Gerald M Peterson
Anak-anak yang agresif umumnya berasal dari keluarga yang orangtuanya terlalu keras atau agresif.
c.       Edwin H Sutherland
Orang yang memiliki PM cenderung memiliki ikatan social dengan orang lain yang memiliki PM, dimana orang tersebut cenderung mengokohkan nilai-nilai dan norma-norma yang menyimpang.
Kesimpulannya:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4.      Teori Ketegangan / Strain
a.       Robert K Merton
PM lahir dari kondisi social tertentu.PM akibat dari adanya ketegangan antara apa yang dianggap bernilai dengan cara pencapaiannya terhadap aspirasi yang dianggap sah oleh masyarakat.
Ada 5 kemungkinan sikap seseorang terhadap norma, yaitu :
1.      Konformitas: usaha untuk menyesuaikan diri dengan norma.
2.      Inovasi : sikap kritis dalam menerima dan mencapai tujuan dengan cara yang tidak konvensional (tidak biasa) termasuk yang terlarang dan criminal.
3.      Ritualisme : Sikap menerima cara-cara yang digunakan tetapi menolak tujuannya.
4.      Retreatisme / Pengasingan : sikap menolak baik cara dan tujuan yang ada dalam budaya masyarakat, sehingga mereka berusaha keluar dari keanggotaan kelompok.
5.      Rebellion / Pemberontakan; sikap menolak cara dan tujuan-tujuan yang disahkan dan menggantinya dengan cara yang baru.

5.      Teori Anomie
a.       Emile Durkheim
Anomie adalah suatu situasi tanpa norma dan tanpa arah sehingga tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan yang ada.
Kesimpulannya :………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………….

6.      Teori Konflik
Gejala PM terkait dengan praktik kekuasaan yang tidak adil.(Karl Marx & Richard Quinney)

7.      Teori Disorganisasi Sosial
PM sebagai produk dari perkembanganmasyarakat yang tidak seimbang.

8.      Teori Psikologi
Sigmund Freud :PM terjadi karena id yang berlebihan (tidak terkontrol) muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif,sementara ego yang seharusnya dominant tidak mampu memberikan perimbangan.
Id          : bagian diri yang bersifat tidak sadar, naluriah dan impulsive (mudah terpengaruh oleh gerak hati)
Ego       : bagian dari diri yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu kepribadian)
Superego: bagian dari diri yang telah menyerap nilai-nilai cultural dan berfungsi sebagai suara hati.

C.     Klasifikasi Perilaku Menyimpang
1.Berdasarkan sifatnya/ dampaknya
a.       Penyimpangan Positif
Yaitu penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai social.
b.      Penyimpangan Negatif
Yaitu penyimpangan yang cenderung bertentangan dan melanggar nilai dan norma di masyarakat.
2.Berdasarkan pelakunya
a.       Penyimpangan Individual, yang dilakukan secara individual.
b.      Penyimpangan Kelompok,yang dilakukan secara bersama-sama/berkolompok
c.       Penyimpangan Campuran
3.Berdasarkan Jenisnya
a.       Penyimpangan Primer
Penyimpangan yang bersifat sementara.
b.      Penyimpangan Skunder
Penyimpangan social yang dilakukan secara terus menerus, walaupun sudah diberi sanksi.
4.Berdasarkan bentuknya
a.       Penyalahgunaan Narkotika
b.      Perkelahian Pelajar
c.       Penyimpangan Seksual
-          Perzinaan; hubungan seks diluar nikah.
-          Lesbianisme; hubungan seks oleh sesame wanita
-          Homoseksual; hubungan seks oleh sesama laki-laki
-          Kumpul kebo; hidup sebagai suami istri tanpa nikah
-          Sodomi; hubungan seks melalui anus
-          Onani; pelampiasan hubungan seks dengan benda.
-          Transvestitisme; pemuasan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis.
-          Paedophilia; pemuasan keinginan/hubungan seks  dengan anak-anak.
d.      Alkoholisme
e.       Kriminalitas/Kejahatan

D.    Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang
1.      Adanya sosialisasi yang menyimpang
2.      Adanya anomie
3.      Adanya hubungan differensiasi
4.      Adanya pemberian julukan / label
5.      Sikap mental yang tidak sehat
6.      Dorongan kebutuhan ekonomi
7.      Pelampiasan rasa kecewa
8.      Pengaruh lingkungan dan media massa
9.      Keinginan untuk dipuji / gaya-gayaan

E.     Fungsi Perilaku Menyimpang, menurut Emile Durkheim
1.      Dapat memperkokoh nilai dan norma dalam masyarakat
2.      Tanggapan terhadap PM akan memperjelas batas moral
3.      Tanggapan terhadap PM akan menumbuhkan kasatuan masyarakat
4.      PM mendorong terjadinya perubahan social

F.      Ciri-ciri Perilaku Menyimpang, menurut Paul B.Horton
1.      Penyimpangan harus dapat didefinisikan
2.      Penyimpangan bias diterima bias ditolak
3.      Penyimpangan relative  dan mutlak
4.      Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal
5.      Penyimpangan social bersifat adaptif
6.      Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan

G.    Proses pembentukan PM
1.      sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna
Faktornya : kesulitan komunikasi,perbedaan tingkaah laku, dan tidak adanya konsep diri.
Adanya perbedaan antara yang diajarkan (nilai dan norma) dengan apa yang dilihat dan dialami dalam kehidupan nyata.
2.      sebagai hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang

H.    Macam-macam PM, menurut Robert MZ Lawang
1.      PM sebagai kejahatan/criminal
2.      Penyimpangan seksual
3.      Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup
4.      Penyimpangan dalam bentuk pemakaian dan konsumsi yang berlebihan










PENGENDALIAN SOSIAL
(CONTROL SOCIAL)


A.    PENGERTIAN
1.      Joseph S Roucek
Segala proses (direncanakan/ tidak)yang bersifat mendidik, mengajak bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang berlaku.
2.      Peter L Berger
PS : berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang
3.      Bruce C Cohen
PS : cara-cara yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak-kehendak kelompok/ masyarakat luas.
4.      John J Macionis
PS : berbagai sarana untuk mendorong warga masyarakat agar bersedia mematuhi norma-norma yang berlaku

B.     CIRI-CIRI PENGENDALIAN SOSIAL
·         Suatu cara tertentu terhadap masyarakat
·         Bertujuan untuk keserasian dan stabilitas dalam masyarakat
·         Dapat dilakukan oleh kelompok / individu
·         Dilakukan secara timbale balik walau kadang tidak disadari oleh kedua belah pihak.

C.     SIFAT PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Preventif
Yaitu tindakan pengendalian social yang dilakukan sebelum terjadi PM (pencegahan)
2.      Represif
Pengendalian social yang dilakukan setelah terjadi PM, bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu.

D.    CAKUPAN PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Pengendalian social oleh individu ke individu
2.      Pengendalian social oleh individu ke kelompok
3.      Pengendalian social oleh kelompok ke individu
4.      Pengendalian social oleh kelompok ke  kelompok

E.     PROSES PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Persuasif
Pengendalian social yang dilakukan tanpa adanya kekerasan,atau dengan bujukan dan ajakan.
2.      Koersif
Pengendalian social yang dilakukan dengan kekerasan /paksaan
a. Kompulsi/paksaan
b.Pervasi/pengisian/bimbingan secara berulang-ulang.

F.      FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap nilai dan norma
Penanaman keyakinan melalui :
a.       lembaga pendidikan sekolah dan lembaga keluarga
b.      sugesti social
c.       menonjolkan kelebihan norma dibandingkan norma di masyarakat yang lain
2.      Memberikan imbalan kepada warga yang mentaati norma
3.      Mengembangkan rasa malu
4.      Mengembangkan rasa takut
5.      Menciptakan system hokum


G.    JENIS LEMBAGA/PRANATA PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Lembaga Kepolisian
2.      Pengadilan
3.      Lembaga Adat
4.      Pengadilan adapt
5.      Tokoh Masyarakat
6.      Sekolah
7.      Keluarga
8.      Mahasiswa

H.    PELAKSANAAN PENGENDALIAN SOSIAL
1.      Sosialisasi
2.      Tekanan Sosial
3.      Melalui Kekuatan

I.    CARA PENGENDALIAN SOSIAL         
1.      Pengendalian social melalui hukuman fisik
2.      Pengendalian social melalui lembaga pendidikan
Mengarahkan perilaku anak agar sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.
3.      Pengendalian social melalui ajaran agama
4.     Pengendalian social secara informal
a.       Desas-desus
b.      Pengucilan /Ostrasisme
c.       Celaan
d.      Ejekan/Cemoohan
e.       Teguran
f.       Fraundulens, Ps yang umumnya terjadi pada anak kecil dengan melibatkan pada orang yang “dibelakang/beking”.

g.      Intimidasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar