PERILAKU MENYIMPANG(PM)
A.
Pengertian
1.
Soerjono Soekanto
PM : penyimpangan terhadap kaidah-kaidah dan nilai-nilai dalam
masyarakat
2.
John J Macionis
PM : pelanggaran
terhadap norma masyarakat
3.
James Vander Zaden
PM : perilaku yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai hal
yang tercela dan diluar batas toleransi.
4.
Robert M.Z Lawang
PM : semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam
suatu system social dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk
memperbaiki perilaku yang menyimpang.
5.
Craig Calhoun, Donald Light,
& Suzanne Keller
PM : setiap tindakan yang dianggap menyimpang dari nilai moral dan
norma budaya yang diakui oleh sebuah kelompok masyarakat.
6.
Paul B Horton & Chester L Hant
PM : setiap
perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau
masyarakat.
7.
Bruce C Cohen
PM : setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan
kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
B.
Teori Penyimpangan
1.
Teori Biologis
a.
Tokoh : Caesare Lombroso ,William
Sheldon
b.
Teorinya
PM pada umumnya
terjadi pada orang yang berotot dan memiliki tubuh atletis (mesomorph)
Kesimpulannya
:………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………….
2.
Teori Labeling
a.
Howard S. Becker
PM dikarenakan orang lain memaknai dan manamai tindakannya sebagai
penyimpangan.
b.
Erving Goffman & Harold Garfinkel
PM terjadi karena stigma.yaitu penanaman yang sangat negative dan
mampu mengubah secara radikal konsep diri dan identitas social seseorang,
sehingga merasa disisihkan secara sosial.
c.
Edwin M Lemert
PM terjadi karena proses labeling berupa julukan, cap, etiket, dan
merk yang ditujukan oleh masyarakat atau lingkungan sosialnya.
Kesimpulannya
:…………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3.
Teori Sosialisasi
a.
Albert Bandura &Richart H
Walters
Orang melakukan penyimpangan dengan mengamati dan meniru orang lain
yang memiliki PM, terutama orang yang dekat dengannya.
b.
Deborah M Capaldi & Gerald
M Peterson
Anak-anak yang
agresif umumnya berasal dari keluarga yang orangtuanya terlalu keras atau
agresif.
c.
Edwin H Sutherland
Orang yang
memiliki PM cenderung memiliki ikatan social dengan orang lain yang memiliki
PM, dimana orang tersebut cenderung mengokohkan nilai-nilai dan norma-norma
yang menyimpang.
Kesimpulannya:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4.
Teori Ketegangan / Strain
a.
Robert K Merton
PM lahir dari
kondisi social tertentu.PM akibat dari adanya ketegangan antara apa yang
dianggap bernilai dengan cara pencapaiannya terhadap aspirasi yang dianggap sah
oleh masyarakat.
1.
Konformitas: usaha untuk
menyesuaikan diri dengan norma.
2.
Inovasi : sikap kritis dalam
menerima dan mencapai tujuan dengan cara yang tidak konvensional (tidak biasa)
termasuk yang terlarang dan criminal.
3.
Ritualisme : Sikap menerima
cara-cara yang digunakan tetapi menolak tujuannya.
4.
Retreatisme / Pengasingan :
sikap menolak baik cara dan tujuan yang ada dalam budaya masyarakat, sehingga
mereka berusaha keluar dari keanggotaan kelompok.
5.
Rebellion / Pemberontakan;
sikap menolak cara dan tujuan-tujuan yang disahkan dan menggantinya dengan cara
yang baru.
5.
Teori Anomie
a.
Emile Durkheim
Anomie adalah suatu situasi tanpa norma dan tanpa arah sehingga
tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan yang
ada.
Kesimpulannya :………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………….
6.
Teori Konflik
Gejala PM
terkait dengan praktik kekuasaan yang tidak adil.(Karl Marx & Richard
Quinney)
7.
Teori Disorganisasi Sosial
PM sebagai
produk dari perkembanganmasyarakat yang tidak seimbang.
8.
Teori Psikologi
Sigmund Freud :PM terjadi karena id
yang berlebihan (tidak terkontrol) muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif,sementara ego yang seharusnya dominant tidak mampu memberikan perimbangan.
Id : bagian diri yang
bersifat tidak sadar, naluriah dan impulsive (mudah terpengaruh oleh gerak
hati)
Ego : bagian dari diri
yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu kepribadian)
Superego: bagian dari diri yang telah menyerap nilai-nilai cultural
dan berfungsi sebagai suara hati.
C.
Klasifikasi Perilaku Menyimpang
1.Berdasarkan
sifatnya/ dampaknya
a.
Penyimpangan Positif
Yaitu
penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai social.
b.
Penyimpangan Negatif
Yaitu penyimpangan yang cenderung bertentangan dan melanggar nilai
dan norma di masyarakat.
2.Berdasarkan
pelakunya
a.
Penyimpangan Individual, yang
dilakukan secara individual.
b.
Penyimpangan Kelompok,yang
dilakukan secara bersama-sama/berkolompok
c.
Penyimpangan Campuran
3.Berdasarkan Jenisnya
a.
Penyimpangan Primer
Penyimpangan
yang bersifat sementara.
b.
Penyimpangan Skunder
Penyimpangan
social yang dilakukan secara terus menerus, walaupun sudah diberi sanksi.
4.Berdasarkan bentuknya
a.
Penyalahgunaan Narkotika
b.
Perkelahian Pelajar
c.
Penyimpangan Seksual
-
Perzinaan; hubungan seks diluar
nikah.
-
Lesbianisme; hubungan seks oleh
sesame wanita
-
Homoseksual; hubungan seks oleh
sesama laki-laki
-
Kumpul kebo; hidup sebagai
suami istri tanpa nikah
-
Sodomi; hubungan seks melalui
anus
-
Onani; pelampiasan hubungan
seks dengan benda.
-
Transvestitisme; pemuasan
keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis.
-
Paedophilia; pemuasan keinginan/hubungan
seks dengan anak-anak.
d.
Alkoholisme
e.
Kriminalitas/Kejahatan
D.
Faktor Penyebab Perilaku
Menyimpang
1.
Adanya sosialisasi yang
menyimpang
2.
Adanya anomie
3.
Adanya hubungan differensiasi
4.
Adanya pemberian julukan /
label
5.
Sikap mental yang tidak sehat
6.
Dorongan kebutuhan ekonomi
7.
Pelampiasan rasa kecewa
8.
Pengaruh lingkungan dan media massa
9.
Keinginan untuk dipuji /
gaya-gayaan
E.
Fungsi Perilaku Menyimpang,
menurut Emile Durkheim
1.
Dapat memperkokoh nilai dan
norma dalam masyarakat
2.
Tanggapan terhadap PM akan
memperjelas batas moral
3.
Tanggapan terhadap PM akan
menumbuhkan kasatuan masyarakat
4.
PM mendorong terjadinya
perubahan social
F.
Ciri-ciri Perilaku Menyimpang,
menurut Paul B.Horton
1.
Penyimpangan harus dapat
didefinisikan
2.
Penyimpangan bias diterima bias
ditolak
3.
Penyimpangan relative dan mutlak
4.
Penyimpangan terhadap budaya
nyata ataukah budaya ideal
5.
Penyimpangan social bersifat
adaptif
6.
Terdapat norma-norma
penghindaran dalam penyimpangan
G.
Proses pembentukan PM
1.
sebagai hasil sosialisasi yang
tidak sempurna
Faktornya : kesulitan komunikasi,perbedaan tingkaah laku, dan tidak
adanya konsep diri.
Adanya perbedaan antara yang diajarkan (nilai dan norma) dengan apa
yang dilihat dan dialami dalam kehidupan nyata.
2.
sebagai hasil sosialisasi nilai
sub kebudayaan menyimpang
H.
Macam-macam PM, menurut Robert
MZ Lawang
1.
PM sebagai kejahatan/criminal
2.
Penyimpangan seksual
3.
Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup
4.
Penyimpangan dalam bentuk
pemakaian dan konsumsi yang berlebihan
PENGENDALIAN
SOSIAL
(CONTROL
SOCIAL)
A.
PENGERTIAN
1.
Joseph S Roucek
Segala proses (direncanakan/ tidak)yang bersifat mendidik, mengajak
bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai
social yang berlaku.
2.
Peter L Berger
PS : berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan
anggotanya yang menyimpang
3.
Bruce C Cohen
PS : cara-cara yang digunakan untuk mendorong seseorang agar
berperilaku selaras dengan kehendak-kehendak kelompok/ masyarakat luas.
4.
John J Macionis
PS : berbagai sarana untuk mendorong warga masyarakat agar bersedia
mematuhi norma-norma yang berlaku
B.
CIRI-CIRI PENGENDALIAN SOSIAL
·
Suatu cara tertentu terhadap
masyarakat
·
Bertujuan untuk keserasian dan
stabilitas dalam masyarakat
·
Dapat dilakukan oleh kelompok /
individu
·
Dilakukan secara timbale balik
walau kadang tidak disadari oleh kedua belah pihak.
C.
SIFAT PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Preventif
Yaitu tindakan pengendalian social yang dilakukan sebelum terjadi PM
(pencegahan)
2.
Represif
Pengendalian social yang dilakukan setelah terjadi PM, bertujuan
untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu.
D.
CAKUPAN PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Pengendalian social oleh
individu ke individu
2.
Pengendalian social oleh
individu ke kelompok
3.
Pengendalian social oleh kelompok
ke individu
4.
Pengendalian social oleh
kelompok ke kelompok
E.
PROSES PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Persuasif
Pengendalian social yang dilakukan tanpa adanya kekerasan,atau
dengan bujukan dan ajakan.
2.
Koersif
Pengendalian social yang dilakukan dengan kekerasan /paksaan
a.
Kompulsi/paksaan
b.Pervasi/pengisian/bimbingan secara berulang-ulang.
F.
FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Mempertebal keyakinan
masyarakat terhadap nilai dan norma
Penanaman keyakinan melalui :
a.
lembaga pendidikan sekolah dan
lembaga keluarga
b.
sugesti social
c.
menonjolkan kelebihan norma
dibandingkan norma di masyarakat yang lain
2.
Memberikan imbalan kepada warga
yang mentaati norma
3.
Mengembangkan rasa malu
4.
Mengembangkan rasa takut
5.
Menciptakan system hokum
G.
JENIS LEMBAGA/PRANATA PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Lembaga Kepolisian
2.
Pengadilan
3.
Lembaga Adat
4.
Pengadilan adapt
5.
Tokoh Masyarakat
6.
Sekolah
7.
Keluarga
8.
Mahasiswa
H.
PELAKSANAAN PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Sosialisasi
2.
Tekanan Sosial
3.
Melalui Kekuatan
I.
CARA PENGENDALIAN SOSIAL
1.
Pengendalian social melalui
hukuman fisik
2.
Pengendalian social melalui
lembaga pendidikan
Mengarahkan perilaku anak agar sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.
3.
Pengendalian social melalui
ajaran agama
4.
Pengendalian social secara
informal
a.
Desas-desus
b.
Pengucilan /Ostrasisme
c.
Celaan
d.
Ejekan/Cemoohan
e.
Teguran
f.
Fraundulens, Ps yang umumnya
terjadi pada anak kecil dengan melibatkan pada orang yang “dibelakang/beking”.
g.
Intimidasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar